Gamila Arief hadir kembali dengan karya musik terbarunya berjudul “Better When We’re Strangers” yang merupakan single keempat setelah dua album sebelumnya yaitu Gamila FM (2014) dan Ogituyamil (2019).
“Better When We’re Strangers” dibuat dengan harapan mewakilkan semua yang sedang mengalami keraguan yang dalam hubungan.
atau sedang semakin sering bertengkar lalu mempertanyakan, “Apakah hubungan kita lebih baik saat dulu sebelum kenal?”
Meskipun, di akhir lagu ini, muncul himbauan berbaikan:
“Never never let go come back to me
We’re not better when we’re strangers
We’re no better when we’re strangers
We we’re better when we’re together
We’re not better when we’re strangers
We we’re so good together
so good together again”
Dulu ketika kita bersatu, rasanya sangat baik, mengapa tidak kita coba lagi.
“Better When We’re Strangers” akan menjadi katalis bagi mereka yang mendambakan ekspresi diri ketika mengalami kesulitan berkomunikasi dengan pasangan.
Diracik dengan nuansa pop jazz 1990-an, Better When We’re Strangers memberi kesan nostalgia adult contemporary meskipun secara keseluruhan amat baru.
Sebagai trivia, pada menit 2:02 muncul kalimat ‘treat you right’.
Kalimat ini sengaja dirancang hadir kembali sebagai mengingatkan kembali kepada lirik ‘treat me right’ (menit 2:19) yang Gamila gunakan sebelumnya di lirik lagu “You Think You Know Indonesia” yang merupakan single rap perdana Pandji
Pragiwaksono di mana di sana Gamila Arief menjadi featuring pada album Provocative Proactive (2008).
Kembali bekerjasama dengan Rifka Rachman dan Kitut Sinjingo sebagai produser dalam single keempat ini, single ini dikerjakan perlahan tapi pasti dengan komunikasi secara remote mulai dari awal pembuatan yaitu di masa lockdown 2021 hingga mastering 2023.
Meskipun terkendala jarak Jakarta-New York City tempat sekarang Gamila berdomisili setahun belakangan ini, Gamila dan kawan-kawan cukup optimis lagu ini bisa mendapat tempat di hati penggemar easy listening terutama bagi pendengar lagu dari musisi seperti Boz Scaggs, Bobby Caldwell, Kenny Loggins, Michael McDonald, dan Christopher Cross
