Kepada mereka yang akan melihat kenyataan pada tubuhku

aku memohon maaf dan meminta kesetiakawanan

Karena dalam matiku akan keluar hidup,

dalam hidupku kan kulepaskan yang mati

Kepada mereka yang menaruh dendam dan benci padaku

Lalu kemudian ambillah

Benamkan dalam laut hingga asin kembali air mata

Bagi mereka yang lupa, mari kunjungi taman nada yang berbunga senantiasa

Bagi kau yang berduka, ambillah waktuku,
Agar terasa pelukku

Keluhkan alam yang dengan caranya selalu mengembalikan kita pada sakit

Namun sebutkanlah kalimat-kalimat syukurmu agar menggelinding jawaban ke atas pangkuanmu.

Rentangan rindu akan menggantikan sepi-sepimu

Ini amat perih
Bagai udara penuh jarum
Yang terpaksa kuhirup

Ketika sampai jarum-jarum itu ke dalam tubuhku,
Ia mengalir mengendap di ujung-ujung jariku

Namun itu saja tidak cukup
Karena sekali nafas bukan hidup

Entah apa yang kuurapkan padamu
Kata-kata robekan kertas

Kutitipkan segala kelemahanku padamu
Lalu suatu hari kita sebut itu cinta

2 Responses to "Ketika Ku Mati"

  1. gamilaarief

    July 9, 2012 Reply

    Agaknya sudah mendesak untuk menulis di sini. Akhirnya tertera juga satu-dua rangkaian kata. Betul, memang alurnya serampangan. Namun kehadirannya semoga jadi pelipur lara

  2. eka_sens

    November 17, 2012 Reply

    ini sih masuk golongan putih banget hahaha.. Dan seputih apapun, masih besar kemungkinan buat sayang anak.

Leave a Reply



1